Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mendidik Anak

Posted on

Anak

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan kita dalam mendidik anak yang kadang hanya demi membahagiakan anak atau terlalu sayang sama anak tapi harus bertindak tau melakukan hal yang justru malah akan membuat/ membentuk karakter yang jelek atau kurang bagus untuk si anak itu sendiri.

Dalam kehidupan berkeluarga, setiap orang tua pasti mengharapkan setiap anaknya bisa tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak yang baik, bisa dibanggakan dan punya karakter atau sifat-sifat yang positif dalam segala hal. Banyak orang tua akan melakukan segala hal demi membahagiakan anak-anak mereka dengan memberikan segalanya yang mereka inginkan, ternyata hal ini tidak selalu baik dalam proses mendidik anak. Banyak sekali anak yang seolah dibiasakan hidup dengan kenyamanan dan tidak pernah merasa sulit dalam hidupnya yang cenderung akan  menjadikan si anak  manja dan tidak  mandiri. Sebagai orang tua, kita agar berhati-hati dalam mengasuh anak dalam masa perkembangannya sebab setiap didikan yang kita berikan terhadap anak dapat berpengaruh besar bagi kehidupan sang anak di masa depan. Ada beberapa tips bagaimana cara mendidik anak yang baik agar tidak manja, keras kepala dan dapat menjadi anak yang mandiri berikut tips nya :

  1. Jangan Selalu Menuruti Setiap Keinginan Anak

Walaupun Kita sangat mencintai anak Kita, menuruti semua keinginan anak bukanlah cara mendidik anak yang benar. Hal tersebut hanya akan membuat anak Kita menjadi anak yang manja dan selalu mengandalkan orang lain. Apabila sejak kecil anak kita sudah dimanjakan dengan mengikuti semua keinginannya, maka dampak ke depannya si anak akan menjadi anak yang tidak mandiri dan cenderung malas karena selalu berpikir ada orang tua yang akan memberikan semua yang diinginkannya. Biasakanlah anak Kita untuk berusaha mengerjakan tugas mereka sendiri agar mereka dapat belajar bertanggung jawab untuk diri mereka sendiri alias mandiri.

  1. Jangan Bersikap Terlalu Banyak Melarang

Sifat rasa keingintahuan anak terhadap dunianya sering kali membuat mereka ingin mencoba melakukan apapun secara lebih leluasa.Rasa takut akutan orang tua adalah jika akan terjadi hal-hal terburuk pada anak Kita. Maka dari itu kebanyakan orang tua memberi larangan atau batasan terhadap suatu hal yang mungkin bisa membahayakan anak. Larangan justru hanya akan membuat rasa penasaran bagi anak untuk melakukannya dan dapat menjadikan anak berbohong kepada orang tuanya itu sendiri. Komunikasi dua arah merupakan solusi terbaik untuk mengingatkan anak Kita alih-alih melarang anak melakukan hal-hal yang ingin mereka lakukan. Berikan informasi kepada mereka tentang risiko dan kemungkinan yang akan terjadi dan mintalah anak Kita untuk berhati-hati.

  1. Selalu Mengajari Anak Untuk Tidak Berbohong

Jangan pernah sekali-kali memberikan contoh pada anak Kita untuk berbohong. Ajari mereka untuk selalu terbuka dan jujur tentang keadaannya dalam segala hal, baik itu menyangkut perasaannya, atau kendala-kendala yang sedang dihadapinya. Jangan membiasakan anak Kita tertutup tentang perasaan mereka terhadap Kita. Karena dengan cara ini, berati Kita sudah mendidik anak Kita untuk bertindak jujur dalam kehidupannya.

  1. Jangan Menghukum Anak Dengan Kekerasan Fisik

Acap kali Kita sebagai orang tua merasa marah atau kesal terhadap ulah atau kelakuan anak-anak Kita yang buruk dan biasanya cara yang dilakukan untuk membuat anak jera adalah dengan menghukum secara fisik. Contoh tindakan hukuman fisik yang kerap dilakukan kebanyakan orang tua adalah mencubit,menjewer atau bahkan memukulnya. Entah itu menggunakan tangan, kaki atau benda-benda lainnya yang dapat digunakan untuk memukul anak Kita. Itu  sama sekali tidak dibenarkan. Bila Kita memiliki anak kecil dan ketika mereka melakukan suatu kesalahan, Kita bisa memberi tahu secara baik-baik dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh mereka tanpa memberikan hukuman fisik dan jika kita memiliki anak yang usianya mungkin sudah beranjak remaja,dewasa atau sudah mengerti keadaan, Kita dapat menerapkan sistem atau cara disiplin terhadap mereka. Kekerasan fisik hanya akan membuat jiwa anak Kita terluka, bukan hanya fisik atau tubuh mereka yang terluka. Dan itu akan berdampak negatif pada pertumbuhan jasmani dan emosinal mereka. Hukuman fisik dalam bentuk apapun hanya akan membuatnya takut dan akan membuat anak akan semakin tidak menghormati Kita, menjadi keras kepala dan ujungnya memberontak terhadap Kita.

  1. Berikan Kasih Sayang dan Perhatian

Setiap anak akan merasa nyaman dan bahagia manakala orang tua mereka menunjukkan kasih dan perhatian pada saat anak memang membutuhkan hal itu. Kepedulian Kita dalam hal sekecil apapun dapat membantu Kita dalam mendidik anak. Perhatian bukan berarti berbicara tentang bagaimana Kita sebagai orang tua bisa memberikan materi atau barang-barang kesukaan anak, tapi juga dalam hal tindakan, misalnya salah satu contoh yang dapat Kita lakukan adalah ketika anak Kita belajar, pada saat itulah Kita bisa menunjukkan perhatian dan kasih sayang Kita dengan cara menemani mereka, walaupun hanya sekadar duduk di sebelahnya. Dengan demikian anak Kita akan lebih bersemangat, merasa diperhatikan dalam belajar dan apabila ada kesulitan, Kita dapat membantu anak untuk memecahkannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *